Hai.
Tanggal 12 Maret 2012, gue bangun pagi-pagi jam setengah 5an lebih. Gue sebenernya ngantuk tapi gue paksain buat mandi terus sholat. Sekitar jam 6-an lebih, datanglah Adhif (anak yang sering gue tebengin). Setelah dia datang, gue ngunci rumah gembok pager dll. Karena waktu itu nyokap gue gak ada di rumah, beliau ke Medan mengurusi suatu urusan disana. Udah selesai semua, gue sama Adhif nyamperin rumahnya Tio di Taman Sentosa juga rumahnya Kemudian gue, Adhif, dan Tio berangkatlah menuju sekolah. Oke, tujuan gue ke Sekolah adalah mengurusi proposal sementara Adhif dan Tio tujuannya adalah untuk ngasih angket penjurusan ke BK. Sesampainya di sekolah, gue sama yang lain bingung kan mau kemana. Yaudah kita bertiga mutusin buat ke lobby aja. Pas mau ke lobby, Pak Ony (salah satu satpam sekolah) menanyai kita. Ada urusan apa ke sekolah. Soalnya pada hari itu gue sama anak kelas X dan XI diliburkan, dikarenakan anak kelas XII UAS. Yaudah gue dan yang lain jawab keperluan kita ke sekolah tuh ngapain. Sehabis itu gue, Adhif, dan Tio duduk di lobby. Gue sambil nunggu temen-temen yang lain dateng, Adhif dan Tio menunggu pak Hasan untuk mengambil rapot.
Sekitar 15-20 menitan orang-orang yang gue tunggu dateng juga. Mereka adalah Jehan, Putmei, Wiwit, dan Wino. Tinggal Kartika sama Levana yang belum dateng. Sembari menunggu mereka dateng, kita ke kantin. Dan pada saat itu gue ninggalin Adhif dan Tio begitu saja-_-v. Waktu lagi jalan menuju kantin, gue dan yang lain diliatin sama anak kelas XII. Disitu gue dan yang lain gatau mau ngapain, yaudah kita semua tetap berjalan menuju kantin. Sesampainya di kantin, kita duduk di kursi. Kita diskusi sebentar, lalu gak berapa lama Kartika pun datang. Ketika Kartika datang kami pun memutuskan untuk pindah ke Mesjid, soalnya takut mengganggu anak kelas XII yang sedang UAS. Ketika di Mesjid kami merombak proposal yang telah kami buat. Akhirnya datang lah Levana, dia langsung membantu kami semua. Proposal pun jadi, tinggal di-print. Dengan buru-buru Kartika dan Levana mem-print proposal di warnet depan sekolah. Setelah selesai, kami pun bergegas untuk mendapatkan tanda tangan dari pihak-pihak tertentu.
Ketika ingin meminta tanda tangan pak Hasan (wali kelas X.8) kami pun mendapat kendala. Karena pada saat itu pak Hasan tidak bekerja. Gue, Kartika, Levana, dan Aldi memutuskan untuk pergi ke rumah pak Hasan. Gue sama yang lain gak nyangka, ternyata rumah pak Hasan itu jauh banget dari sekolah. Kami sempat kesasar ketika mencari rumah beliau, bertanya pada orang-orang disana. Dan pada akhirnya kami menemukan rumah beliau, dan segeralah kami minta tanda tangannya. Setelah mendapat tanda tangannya, kami langsung kembali ke sekolah. Sesampainya di sekolah kami melanjutkan untuk meminta tanda tangan orang-orang yang bersangkutan. Ketika kami ingin mendapatkan tanda tangan kepala sekolah, kami pun mendapat kendala lagi. Kendalanya adalah kepala sekolah sedang menerima tamu, gak sopan kalau tiba-tiba masuk-_-. Entah mengapa pak Hidayat meminta proposal kami, dan beberapa saat beliau mengembalikannya kepada kami. Dan kami mendapati proposal kami telah ditanda tangani oleh pak kepala sekolah. Disitu perasaan kami seneng banget, beberapa dari kami teriak karena bahagia. Selama beberapa hari berjuang membuat proposal, akhirnya proposal kami pun diterima. Bener-bener pengalaman yang pertama, gue gak menyesal terlibat dalam hal itu :)

